Bintang PSG Désiré Doué Disebut Ikuti Jejak Kylian Mbappé

Afif Farhan

1 April 2026

Désiré Doué
CHOOSE LANGUAGE:

Penyerang muda Paris Saint-Germain, Désiré Doué, mencuri perhatian berkat performa impresifnya untuk Prancis U21, disamakan dengan Kylian Mbappé.

Paris Saint-Germain memang terlihat menemukan kembali ketajaman lini serangnya dengan berbagai aset menjanjikan akhir-akhir ini.

Penampilan sensasional Doué di jeda internasional bersama timnas Prancis U21 kini menjadikannya sorotan utama.

Doué sukses mencetak dua gol krusial yang membantu Prancis U21 meraih kemenangan meyakinkan 3-1 atas Kolombia.

Performa gemilang Doué tersebut langsung memicu perdebatan hangat di acara televisi sepak bola L’EQUIPE du Soir.

Ludovic Obraniak, seorang pakar sepak bola, secara terbuka menyatakan bahwa Doué mengingatkannya pada sosok Kylian Mbappé.

Obraniak secara khusus menyoroti kemiripan gaya bermain Doué dengan Mbappé, terutama efektivitasnya di depan gawang lawan.

Doué juga menunjukkan volume permainan tinggi, sering meminta bola, serta aktif terlibat dalam alur permainan timnya.

Ia bahkan membantu pertahanan, meskipun Obraniak segera membahas perbandingan aspek defensif Doué dengan Mbappé.

Melakukan sprint berulang dengan intensitas sangat tinggi, bahkan mencapai 35 km/jam, tentu menguras energi besar.

Obraniak menjelaskan bahwa Mbappé pun terkadang menunjukkan kelalaian defensif akibat intensitas bermain yang tinggi.

Doué disebut sangat klinis dalam penyelesaian akhir, sebuah kualitas mematikan yang sangat langka ditemukan.

Kemampuan ini memungkinkannya mengubah peluang menjadi gol dengan efisiensi mengesankan di depan gawang.

Seperti Mbappé, Doué mampu mencetak dua gol penting meskipun mungkin merasa tidak dalam performa terbaiknya.

Hal ini menunjukkan mentalitas pemenang serta naluri gol yang kuat dari seorang striker muda.

Obraniak tegas menyatakan Doué sedang berada di jalur yang tepat untuk mengikuti jejak karier gemilang Mbappé.

Ia bahkan membandingkan Doué dengan rekan setimnya di PSG, Bradley Barcola, yang dinilai kurang mematikan.

Doué dianggap lebih mematikan dan klinis, meskipun mungkin tidak seganas Barcola dalam kontribusi umum.

Perbandingan ini menyoroti perbedaan profil permainan kedua pemain muda berbakat tersebut di lini serang klub.

Namun, Obraniak juga memberikan catatan penting mengenai adanya sikap terlalu percaya diri pada Doué.

Ia mencontohkan kesalahan kontrol bola dengan sol sepatu yang ceroboh, nyaris berujung peluang emas Kolombia.

Momen ini menjadi pengingat bahwa konsentrasi penuh selalu dibutuhkan di level tertinggi sepak bola.

Performa Doué ini menggarisbawahi strategi PSG untuk terus berinvestasi pada talenta muda di lini serang.

Klub Paris tersebut berkomitmen membangun tim masa depan dengan mengandalkan pemain-pemain potensial dari akademi.

Dengan potensi luar biasa ini, Désiré Doué kini menjadi salah satu prospek paling menarik di kancah sepak bola Eropa.

Penggemar Heibola tentu akan menantikan bagaimana Doué akan berkembang di bawah bayang-bayang perbandingan dengan Mbappé.

Perjalanan Doué akan menarik diikuti, terutama dalam upayanya memenuhi ekspektasi besar tersebut.

Author Image

Author

Afif Farhan

Fokus menulis seputar Piala Dunia, dari cerita laga besar, pemain kunci, hingga momen yang paling berkesan.

Tinggalkan komentar