Belanja Jor-joran, Chelsea Catat Rugi Rekor 300 Juta Euro

Adhi Prasetya

2 April 2026

Chelsea
CHOOSE LANGUAGE:

Klub raksasa Liga Inggris, Chelsea, baru saja mengumumkan kerugian finansial mencapai 300 juta Euro sekitar (5,9 triliun Rupiah) musim lalu, menjadikannya rekor minus terbesar dalam sejarah Premier League akibat belanja pemain yang sangat agresif.

Kerugian 262 juta Poundsterling atau 300,8 juta Euro tersebut melampaui rekor negatif Manchester City tahun 2011 sebesar 226,7 juta Euro.

Padahal, Chelsea mencatat pendapatan mencapai 563,5 juta Euro, tetapi hal itu tidak cukup menutupi besarnya pengeluaran klub.

Sejak diakuisisi konsorsium Amerika Serikat, BlueCo, pada tahun 2022, Chelsea telah menghabiskan sekitar 1,15 miliar Euro untuk transfer pemain.

Besarnya pengeluaran ini menjadi masalah utama di balik defisit keuangan yang sangat besar tersebut.

Chelsea juga sering menjadi sorotan karena upaya mereka mematuhi aturan finansial, baik di masa lalu maupun sekarang.

Pada September 2025, tim wanita Chelsea “dijual” dari Chelsea FC Holdings ke BlueCo, perusahaan induk klub sendiri.

Langkah ini secara resmi membukukan “keuntungan” sekitar 230 juta Euro, membantu Chelsea memenuhi aturan Financial Fair Play (FFP) Premier League.

Pada tahun 2024, hotel milik klub juga “dijual” kepada BlueCo dengan tujuan serupa untuk menyeimbangkan neraca keuangan.

Strategi ini memang diterima oleh Premier League, tetapi tidak demikian halnya dengan UEFA, induk sepak bola Eropa.

UEFA menjatuhkan denda 31 juta Euro pada September 2025 dan meminta Chelsea memiliki neraca transfer seimbang hingga tahun 2027.

Chelsea dikenal sering memberi kontrak jangka panjang tidak biasa, seperti Mykhailo Mudryk delapan tahun senilai 100 juta Euro.

Kontrak panjang itu memungkinkan klub mengamortisasi biaya investasi delapan tahun, agar lebih mudah memenuhi aturan FFP FIFA dan UEFA.

Namun, UEFA kemudian mengubah aturan, membatasi amortisasi biaya transfer maksimal hanya lima tahun untuk mencegah praktik serupa.

Pada pertengahan Maret, Chelsea didenda 12,5 juta Euro oleh Premier League karena pelanggaran aturan finansial.

Pelanggaran tersebut mencakup dugaan pembayaran rahasia kepada agen pemain di luar pembukuan resmi klub.

Ada juga tuduhan penggunaan agen tidak terdaftar, semua kasusnya terjadi di era Roman Abramovich sebelum 2022.

Sanksi larangan transfer untuk Chelsea ditangguhkan, namun proses hukum lain masih berjalan di FA.

Meski menghadapi tantangan finansial, ada sedikit harapan perbaikan di masa depan bagi The Blues.

Klub memperkirakan pendapatan rekor pada musim 2025/26, terutama berkat partisipasi dan kemenangan di Piala Dunia Antarklub 2025.

Pendapatan dari turnamen tersebut akan masuk ke tahun fiskal yang baru, memberikan dorongan signifikan bagi keuangan Chelsea.

Selain itu, Chelsea juga masih memiliki peluang lolos ke Liga Champions musim ini, yang bisa menambah pemasukan klub.

Author Image
Menulis Liga Inggris dengan perhatian pada jalannya kompetisi, performa tim, dan sorotan dari laga ke laga.

Tinggalkan komentar