Del Piero: Italia Tiga Kali Absen Piala Dunia, Kini Jadi Olok-olok

Putra Rusdi K

4 April 2026

Alessandro Del Piero
CHOOSE LANGUAGE:

Legenda sepak bola Italia, Alessandro Del Piero, tak bisa menyembunyikan kepiluannya setelah Timnas Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026, menandai absen ketiga beruntun mereka.

Kegagalan ini terjadi usai Gli Azzurri kalah adu penalti 1-4 dari Bosnia di final playoff Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Mereka bermain imbang 1-1 di waktu normal, namun kalah adu penalti menunjukkan kurangnya mentalitas krusial.

Ini adalah kali ketiga berturut-turut Italia absen di Piala Dunia, sebuah rekor terburuk sepanjang sejarah mereka.

Sejak 2018, Gli Azzurri selalu gagal melaju, absen dari turnamen akbar itu hampir satu dekade penuh.

Padahal, Italia dikenal sebagai raksasa sepak bola dunia dengan empat gelar juara Piala Dunia.

Empat bintang di jersey mereka simbol kejayaan masa lalu, kini kontras dengan kondisi saat ini.

Bahkan setelah juara Piala Dunia 2006, mereka tersingkir cepat di fase grup dua edisi berikutnya.

Ini menjadi indikasi awal kemunduran bertahap sepak bola Italia yang terus berlanjut.

Kondisi ini membuat legenda hidup Italia, Alessandro Del Piero, merasa sangat sedih dan prihatin mendalam.

Del Piero bahkan menyebut Italia kini telah menjadi bahan olok-olok sepak bola dunia akibat serangkaian kegagalan.

“Sulit diterima bahwa tim sekelas Italia bisa mengalami kemunduran seperti ini,” ujarnya kecewa kepada Heibola.

Kata-kata Del Piero mencerminkan perasaan jutaan penggemar Italia di seluruh dunia.

Mantan penyerang Juventus ini menyoroti penurunan kualitas tim, jauh dari masa lalu berkelas dunia.

“Juara dunia empat kali ini belum mencetak gol di Piala Dunia selama 20 tahun,” ketusnya memilukan.

Del Piero menambahkan, “Sekarang, level rata-ratanya cukup biasa saja dan tidak cukup bersaing.”

Kualitas biasa-biasa saja memang tidak akan cukup untuk bersaing di level tertinggi internasional.

Salah satu kepiluan terbesar Del Piero adalah hilangnya satu generasi pemain Italia yang sangat berharga.

“Bagaimana mungkin tim bergengsi ini kehilangan satu generasinya?” tanyanya penuh keprihatinan.

Banyak talenta muda Italia belum pernah merasakan atmosfer megah Piala Dunia sama sekali.

Mereka kehilangan kesempatan berharga untuk unjuk gigi di panggung sepak bola terbesar dunia.

Pengalaman ini penting bagi perkembangan mental, karier, dan pembuktian diri setiap pesepak bola.

Melihat kondisi memprihatinkan ini, sepak bola Italia dinilai akan melakukan revolusi besar-besaran.

Revolusi ini mutlak diperlukan untuk mengembalikan martabat sepak bola Italia yang tercoreng.

Fokus utama akan diberikan pada pengembangan pemain muda berbakat dari berbagai daerah di seluruh negeri.

Peningkatan level kompetisi domestik juga menjadi agenda penting untuk melahirkan pemain berkualitas tinggi.

Federasi sepak bola Italia diharapkan berbenah total, memimpin perubahan signifikan dan fundamental.

Tanggung jawab besar berada di pundak federasi memimpin perubahan bijak ini dengan efektif.

Italia memiliki waktu cukup panjang untuk berbenah, yaitu hingga Piala Dunia 2030, sekitar enam tahun.

Periode ini harus dimanfaatkan maksimal untuk perbaikan fundamental dan membangun kembali kekuatan tim.

Tujuannya adalah mengembalikan Italia ke puncak sepak bola dunia yang pernah mereka raih dengan gemilang.

Namun, tantangan untuk mengembalikan kejayaan dan kepercayaan diri tim tidak akan mudah sama sekali.

Jalan yang terbentang di depan sangatlah terjal, penuh rintangan, dan membutuhkan kerja keras berkelanjutan.

Kepiluan Del Piero menjadi cerminan harapan jutaan penggemar akan kebangkitan kembali Gli Azzurri yang dirindukan.

Author Image
Fokus pada Liga Italia, terutama soal perkembangan tim, kekuatan taktik, dan persaingan di papan klasemen.

Tinggalkan komentar