Amnesty Internasional Ingatkan Risiko Suporter Piala Dunia 2026 di AS Era Trump

Afif Farhan

31 Maret 2026

Piala Dunia 2026 di AS Era Trump
CHOOSE LANGUAGE:

Amnesty International mengeluarkan peringatan risiko serius bagi suporter Piala Dunia FIFA 2026, khususnya di Amerika Serikat yang menghadapi krisis hak asasi manusia.

Peringatan ini menyusul publikasi laporan mendalam Amnesty berjudul "Kemanusiaan Harus Menang".

Laporan tersebut menyoroti krisis hak asasi manusia di Amerika Serikat, terutama di bawah potensi kepemimpinan Donald Trump.

Krisis ini mencakup berbagai kebijakan imigrasi yang dinilai diskriminatif, menjadi sorotan utama bagi Amnesty.

Kekhawatiran serius muncul mengenai potensi penangkapan massal oleh agen imigrasi bersenjata.

Agen Layanan Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) sering melakukan penangkapan tanpa pandang bulu.

FIFA dan otoritas AS belum memberikan jaminan keamanan memadai, meskipun penangkapan dan deportasi mengkhawatirkan.

Jaminan itu penting untuk melindungi suporter dari diskriminasi, penggerebekan mendadak, dan deportasi ilegal.

Steve Cockburn, Direktur Keadilan Ekonomi dan Sosial Amnesty International, menyampaikan kekhawatiran ini kepada publik.

Ia menekankan kurangnya jaminan perlindungan memadai bagi komunitas lokal dan suporter yang akan datang.

Piala Dunia 2026 akan berlangsung di AS, Kanada, dan Meksiko, mulai 11 Juni hingga 19 Juli.

Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah 78 dari 104 pertandingan yang melibatkan 48 tim nasional.

Negara seperti Iran, Senegal, dan Pantai Gading mungkin tidak mendapat dukungan penuh suporter mereka.

Ini karena potensi pembatasan perjalanan yang diberlakukan oleh administrasi Trump di masa mendatang.

Kebijakan anti-imigrasi menjadi landasan utama bagi kemungkinan masa jabatan kedua Donald Trump.

Amnesty juga memperingatkan pengawasan intrusif terhadap media sosial para penggemar yang datang.

Pengawasan ini mencari konten anti-Amerika dan dapat menimbulkan masalah serius bagi suporter.

Anggota kelompok LGBTQI+ dari Inggris dan Eropa menyatakan rasa tidak aman mereka.

Amnesty juga menyoroti pembatasan hak protes di Meksiko dan Kanada sebagai tuan rumah.

Amnesty mendesak FIFA mengambil langkah mendesak guna memastikan turnamen Piala Dunia aman.

FIFA harus memastikan semua peserta merasa aman, inklusif, dan bebas menjalankan hak-hak mereka.

Langkah proaktif diperlukan agar kompetisi ini tidak berakhir dengan hasil yang tidak menyenangkan bagi banyak pihak.

Author Image

Author

Afif Farhan

Fokus menulis seputar Piala Dunia, dari cerita laga besar, pemain kunci, hingga momen yang paling berkesan.

Tinggalkan komentar