17 Tahun Terpenjara, Eks Juventus Michele Padovano Akhirnya Bebas

Putra Rusdi K

30 Maret 2026

mantan pemain Juventus Michele Padovano
CHOOSE LANGUAGE:

Setelah 17 tahun penuh penderitaan, Michele Padovano akhirnya bisa merasakan kebebasan.

Mantan striker Juventus itu dibebaskan dari tuduhan membiayai jaringan narkoba internasional.

Pembebasan ini mengakhiri perjuangan panjangnya melawan ketidakadilan yang menderanya.

Sebagian besar hidupnya direnggut oleh vonis yang kini terbukti salah.

Kisah kebebasan Padovano menjadi sorotan utama di dunia sepak bola Italia.

Michele Padovano, mantan striker Juventus berusia 59 tahun, kini bisa bernapas lega.

Ia pernah membela klub-klub top Italia dan Inggris seperti Pisa dan Napoli.

Crystal Palace hingga Metz juga menjadi bagian dari perjalanan karirnya yang panjang.

Mantan pemain tersebut ditangkap pada tahun 2006 atas tuduhan serius.

Setelah penantian panjang, ia akhirnya divonis bebas pada tahun 2023.

Keputusan pengadilan ini menutup babak kelam dalam hidupnya yang penuh cobaan.

Dalam wawancara eksklusif bersama Gazzetta dello Sport, Padovano mengungkapkan perasaannya.

Momen pembebasan ini terasa jauh lebih berharga daripada memenangkan Liga Champions.

Hal tersebut mengingat penderitaan luar biasa yang ia alami selama di penjara.

Ia merasa diperlakukan “seperti sepotong sampah” oleh para petugas penjara.

Martabatnya seolah diinjak-injak sejak hari pertama penahanan dirinya.

Mantan pemain internasional Italia ini juga menceritakan kesulitan isolasi total.

Ia merasa hilang arah dan waktu terasa tak berujung selama di sel.

Selain itu, sang istri juga sempat diselidiki selama tujuh bulan lamanya.

Mereka bahkan tidak diizinkan untuk saling berbicara satu sama lain.

Situasi ini menambah beban mental yang sangat berat bagi keduanya.

Kesengsaraan Padovano bermula dari tindakan baiknya meminjamkan uang.

Ia meminjamkan €35.000 atau sekitar Rp612,5 juta, atau sekitar Rp612,5 juta, kepada seorang teman lama.

Teman tersebut sudah ia kenal seumur hidupnya dengan baik dan dekat.

Padovano sama sekali tidak mengetahui tujuan sebenarnya dari pinjaman itu.

Uang tersebut ternyata digunakan untuk membiayai operasi jaringan narkoba.

Panggilan teleponnya yang tidak bersalah disalahartikan pihak berwenang.

Panggilan itu dianggap sebagai kode rahasia untuk pengiriman kokain ilegal.

Akibat tuduhan serius ini, Padovano harus kehilangan karir sepak bolanya.

Ia harus melepaskan posisinya sebagai direktur umum klub Alessandria.

Ia juga merasakan pahitnya ditinggalkan oleh banyak teman dekatnya.

Banyak orang yang sebelumnya dekat kini memilih untuk memunggunginya.

Namun, pengalaman sulit ini justru membantunya melihat kebenaran hakiki.

Ia jadi memahami siapa teman sejati dan siapa yang hanya datang karena kesempatan.

Author Image
Fokus pada Liga Italia, terutama soal perkembangan tim, kekuatan taktik, dan persaingan di papan klasemen.

Tinggalkan komentar