Kepergian Mo Salah dari Liverpool di akhir musim ini telah memicu tantangan besar bagi The Reds, terutama dalam mencari pengganti sepadan untuk bintang Mesir itu.
Untuk mengisi kekosongan tersebut, Michael Olise dari Bayern Munich muncul sebagai target utama.
Ia sangat diidamkan oleh Liverpool.
Penyerang muda Bayern itu tampil sensasional musim ini, dengan torehan 16 gol dan 27 assist.
Ia menjadi salah satu talenta paling menarik di Eropa.
Namun, ambisi Liverpool mendapatkan Olise terganjal keras.
Bayern Munich sama sekali tidak berniat melepas bintang mudanya itu.
Penolakan Bayern berakar kuat dari kekesalan masa lalu.
Liverpool ‘membajak’ Florian Wirtz pada bursa transfer musim panas lalu.
Wirtz mendarat di Anfield dengan biaya fantastis £116 juta atau sekitar Rp2,4 triliun, setara Rp2,378 triliun.
Ia berhasil memenangkan persaingan ketat melawan Bayern dan Manchester City.
Bayern terbiasa mengamankan talenta terbaik Bundesliga.
Mereka sangat kesal dengan cara Liverpool beroperasi dalam negosiasi Wirtz.
Fabrizio Romano mengungkapkan klub Jerman itu enggan berkontribusi pada kesuksesan Liverpool.
Mereka tidak akan menjual pemain bintangnya kepada The Reds.
Kondisi ini membuat Liverpool harus berpikir keras mencari suksesor Salah.
Mereka bahkan perlu memperluas jaring pencarian secara signifikan.
Di sisi lain, legenda Liverpool Jamie Carragher memprediksi Mo Salah.
Ia mungkin akan memilih pindah ke Italia, bukan Liga Pro Arab Saudi.
Carragher merasa Salah memiliki mentalitas mirip Cristiano Ronaldo.
Ia masih ingin bersaing di level tertinggi Eropa.
Salah belum mau mengakhiri kariernya di Timur Tengah.
“Saya pikir kariermu selesai saat pergi ke sana (Arab Saudi),” ujar Carragher.
Ia yakin Salah masih memburu rekor Liga Champions.
Salah diyakini masih merasa dirinya salah satu pemain terbaik dunia.
Kepergiannya dari Anfield bukanlah akhir dari karier puncak.



























