Gelandang Manchester City, Bernardo Silva, mengisyaratkan kepergiannya akhir musim ini karena gegar budaya yang sangat memengaruhi kenyamanan hidupnya di Inggris.
Gelandang Portugal berusia 31 tahun ini mengakui perbedaan signifikan antara budaya negerinya dan Inggris.
Ia secara spesifik menyoroti perbedaan mencolok pada iklim, hidangan, serta gaya hidup di kota Manchester.
Hal-hal tersebut terasa sangat kontras dibandingkan dengan kondisi di kampung halamannya.
Silva dengan tegas menyatakan rasa cinta mendalam kepada klub, rekan setim, staf, dan para penggemar The Citizens.
Atmosfer di stadion dan lingkungan profesional Manchester City selalu berhasil membuatnya merasa bahagia.
Namun demikian, kehidupan pribadinya di luar lapangan tidak sepenuhnya sesuai dengan harapan idealnya.
Ia mengaku kesulitan beradaptasi dengan cultural shock tersebut, bahkan setelah hampir sepuluh tahun tinggal di Inggris.
Silva turut menceritakan awal kedatangannya di Manchester yang terasa cukup sulit secara mental dan emosional.
Sebelum bertemu istrinya, ia sempat merasa sangat kesepian dan kurang bahagia selama tinggal di kota tersebut.
Situasi tersebut mendorongnya untuk sering mempertimbangkan meninggalkan klub, bukan karena benci, melainkan alasan personal.



























