Bintang Chelsea, Cole Palmer, dikabarkan semakin kecewa, membuka peluang pindah dan menarik minat Manchester United.
Rasa frustrasi Palmer, pemain berusia 23 tahun, kini memuncak.
Ini akibat perubahan taktik pelatih kepala Liam Rosenior.
Taktik baru ini baru-baru ini diterapkan di klub.
Penyesuaian struktural ini disebut menghambat ruang gerak Palmer.
Ia kesulitan memengaruhi jalannya pertandingan di lapangan.
Ini berbeda dengan performa Palmer pada musim debutnya.
Kepergian Nicolas Jackson turut menambah kekecewaan Palmer.
Jackson telah bergabung dengan Bayern Munich.
Ia pindah ke sana dengan status sebagai pemain pinjaman.
Gaya bermain Palmer dan Jackson sangat cocok bersama.
Kerja sama mereka di lini serang kini terganggu.
Sulit meniru performa terbaik seperti yang terlihat musim lalu.
Kedatangan Joao Pedro dan Liam Delap ke Chelsea.
Ini membuat kolaborasi di sepertiga akhir lapangan berbeda.
Situasi ini terasa tidak sama seperti sebelumnya.
Situasi ini membuat Manchester United siaga penuh.
Mereka kini mengamati perkembangan Palmer dengan cermat.
Real Madrid dan Bayern Munich juga menunjukkan minat serius.
Chelsea secara internal menganggap Palmer pemain tak tersentuh.
Kontraknya di klub berlaku hingga tahun 2033.
Namun, nilai transfer £150 juta sekitar Rp3,38 triliun kini telah disebut-sebut.
Palmer adalah penggemar Manchester United sejak kecil.
Ia dikabarkan tidak merasa nyaman di London saat ini.
Ketertarikan United diperkuat Jason Wilcox.
Wilcox adalah direktur sepak bola klub tersebut.
Ia pengagum berat Palmer dari akademi Manchester City.
Wilcox pernah menyatakan keyakinannya tentang lulusan akademi.
Ia yakin salah satu dari mereka bisa meraih Ballon d’Or.
Wilcox dan Omar Berrada memimpin perekrutan pemain.
Berrada adalah kepala eksekutif klub saat ini.
Koneksi Manchester City di Old Trafford kini semakin kuat.
Rasa frustrasi Palmer juga terlihat sangat jelas.
Ini terjadi saat timnya kalah 3-0 dari Everton.
Ia bahkan meluapkan kemarahannya dalam pertandingan itu.
Palmer terlihat kesal kepada rekan setimnya.
Pedro Neto dianggap menghalangi peluang emasnya.
Peluang emas itu seharusnya bisa mencetak gol.
Pihak internal klub menegaskan Palmer belum ‘menyerah’.
Meskipun demikian, penampilannya kurang bersemangat akhir-akhir ini.
Performa Chelsea secara keseluruhan juga menjadi faktor.
Ini adalah faktor utama yang memengaruhi mental Palmer.
Mental sang pemain di Stamford Bridge terpengaruh oleh ini.
The Blues kini berada di peringkat keenam Liga Premier.
Mereka menghadapi perjuangan berat untuk tiket Liga Champions.
Chelsea tersingkir secara memalukan dari kompetisi Eropa.
Mereka kalah dari Paris Saint-Germain dengan agregat 8-2.
Prospek satu tahun lagi tanpa kompetisi elit kontinental.
Situasi ini akan semakin menyulitkan Chelsea.
Klub akan kesulitan meyakinkan Palmer untuk tetap bertahan.
Prioritas transfer United adalah lini tengah dan sisi kiri.
Namun, kesempatan mendatangkan Palmer sangat menarik.
Pemain sekelas dia mungkin terlalu bagus untuk dilewatkan.
Setan Merah sebelumnya berusaha merekrut Liam Delap.
Mereka bertekad tidak akan kehilangan talenta terbaik lagi.
Di bawah kepemimpinan Sir Jim Ratcliffe.
United ingin mendapatkan pemain-pemain top di bursa transfer.
Mereka ingin memastikan hal itu dapat terwujud.



























